10 MOST LIKED

Kang Ibing Meninggal Dunia

Kang IbingNama lahir :
Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata

Lahir :
20 Juni 1946 - Sumedang, Indonesia

Meninggal:
9 Agustus 2010 (umur 64) - Bandung, Indonesia

Pekerjaan :
aktor, pelawak

Tahun aktif :
1975 - 2010



Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata (lahir di Sumedang, 20 Juni 1946 – meninggal di Bandung, 19 Agustus 2010 pada umur 64 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Kang Ibing adalah pelawak Indonesia yang tergabung dengan grup lawak De'Kabayan yang terdiri antara lain Aom Kusman dan Suryana Fatah. Pelawak ini juga aktif dalam kesenian Sunda.



Filmografi


* Si Kabayan (1975)

* Ateng The Godfather (1976)

* Bang Kojak (1977)

* Si Kabayan dan Gadis Kota (1989)

* Boss Carmad (1990)

* Komar Si Glen Kemon Mudik (1990)

* Warisan Terlarang (1990)

* Di Sana Senang Di Sini Senang (1990)



BANDUNG, (PRLM).- Innalillahi wainna illaihi rojiun. Berita duka kembali menyelimuti dunia seni budaya, Jawa Barat khususnya, tanah air umumnya. Telah meninggal dunia Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata yang lebih dikenal dengan nama Kang Ibing, Kamis (19/8) sekira pukul 21.00 WIB, di RS Al-Islam Jl. Soekarno Hatta Bandung. Almarhum dilarikan keluarga serta kerabatnya dari rumah duka di Bunga Bakung Ciwastra akibat mengalami pendarahan dan jatuh pingsan sesaat setelah terjatuh.



Kang Ibing, pelawak senior Jawa Barat yang terkenal dengan karakternya sebagai Si Kabayan, kelahiran Sumedang, Jawa Barat, 20 Juni 1946. Mengenai sebab-sebab meninggalnya almarhum, baik pihak keluarga maupun kerabat belum bisa memastikan.



“Kejadiannya begitu cepat, almahum terjatuh saat akan pergi ke kamar mandi dan langsung tidak sadarkan diri. Karena tidak kunjung siuman pihak keluarga dan kerabat langsung melarikan ke rumah sakit (RS Al Islam). Namun belum lama menjalani perawatan, jiwanya tidak tertolong lagi,” ujar Tatan Sugandi, salah seorang kerabat almarhum.



Pukul 22.00 WIB, jenazah almarhum diberangkatkan dari RS Al Islam ke rumah duka di Bunga Bakung Ciwastra untuk disemayamkan.(A-87/das)***



http://www.pikiran-rakyat.com/node/120320





Jakarta Dunia seni kembali kehilangan tokoh terkenal. Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata atau biasa yang dikenal sebagai Kang Ibing malam ini meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi roji'un.



Kini, jenazah pria yang terkenal sebagai pemeran Kabayan tersebut disemayamkan di RS Islam, Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya, Kang Ibing dirawat di Sumedang.



"Iya benar sudah meninggal tadi pukul 20.45 WIB," ujar dr Mali, dokter jaga RS Islam kepada detikcom, Kamis (19/8/2010) malam.



Kang Ibing tiba di RS Islam sekitar pukul 20.30 WIB. Belum bisa diketahui apa penyebab meninggalnya artis kawakan tersebut. Namun, pria berusia 64 tahun tersebut dikabarkan sudah sakit sejak lama.



Selamat jalan Kang Ibing!(mad/yla)



http://us.detikhot.com/read/2010/08/19/213634/1423910/230
Read Post | comments

Penangkapan Abu Bakar Ba'asyir

VIVAnews - Pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir dibekuk sekitar pukul 08.15 pagi tadi di Banjar, Ciamis, Jawa Barat. Penangkapan Ba'asyir terjadi secara 'kebetulan'.



"Kebetulan saat itu sedang ada Operasi Pekat Lodaya. Lalu tim Densus mengubungi, meminta bantuan untuk mencegat iring-iringan Ba'asyir," kata Kapolres Banjar, Ajun Komisaris Besar Polisi Teddy Hermansyah saat dihubungi, Senin 9 Agustus 2010.



Menurut Teddy, pagi tadi sedang digelar operasi rutin jelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Saat itu, tim Detasemen Khusus 88 mengontak Teddy untuk meminta bantuan menyergap Ba'asyir.



Tim dari Polres Banjar dan Detasemen Khusus 88 bergerak cepat. "Tidak sampai lima menit, cepat," kata Teddy. Dalam penyergapan itu, personel Polres Banjar sudah bersiaga sekitar 30 orang.



Dari 30 orang personel Polres Banjar ditambah lagi bantuan dari sekitar tujuh orang dari Detasemen Khusus 88. "Saat itu rombongan Ba'asyir sedang menuju arah Jawa Tengah," tegas Teddy.



Ba'asyir dibekuk karena diduga mendanai kamp militer di Aceh. Ba'asyir juga diduga menunjuk buron teroris yang sudah divonis 7 tahun, Abdullah Sunata, untuk memimpin gerakan.



Dalam penangkapan pagi tadi, sempat terjadi sedikit perlawanan. Akibatnya, kaca mobil Nissan Terrano yang ditumpangi Ba'asyir beserta istri itu pecah. (umi)



Laporan: DHR l Bandung • VIVAnews










VIVAnews - Pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid, Abu Bakar Ba'asyir, menolak penangkapan yang dilakukan oleh Detasemen Khusus 88 Anti Teror. Dia pun menolak menandatangani Berita Acara Penangkapan saat pemeriksaan.



"Ustadz Abu Bakar Ba'asyir menolak penangkapan," kata pengacara Ba'asyir, Mahendradatta, di Mabes Polri, Jakarta, Senin 9 Agustus 2010.



Dia mengatakan Ba'asyir menolak penagkapannya karena menilai tuduhan keterlibatannya dalam terorisme sebagai tuduhan yang tidak berdasar. "Karena tidak jelas terlibat terorisme mana," kata dia.



Menurut dia, tuduhan itu harus dijelaskan secara tuntas, Ba'asyir terkait teroris mana. "Kami bertanya kalau ada kata terorisme, maka ada peristiwa," kata dia.



Jika dikaitkan dengan latihan militer di Aceh, kata dia, itu tidak cukup untuk menangkap Ba'asyir. Karena di Aceh hanya latihan militer yang diatur oleh Undang-Undang Darurat.



"Pada saat kami bertanya, keterangan terlibat latihan militer di Aceh. Pelatihan militer dalam UU Anti Terorisme tidak termasuk terorisme. Seandainya ditemukan senjata api, maka dikenakan UU Darurat," kata dia.



"Namun ini dibawa ke UU terorisme. Kami akan terus bertanya terkait peristiwa apa. Tidak ada yang mau menjawab." • VIVAnews






Sumber : http://nasional.vivanews.com/
Read Post | comments

Penghargaan Achmad Bakrie untuk 6 Tokoh

Sjamsoeoed Sadjad (kiri) menerima Penghargaan Achmad Bakrie 2010 untuk Bidang Teknologi yang diserahkan oleh Bungaran Saragih di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (5/8). Penerima penghargaan lainnya, Daniel Murdiyarso untuk Bidang Sains, S Yati Soenarto untuk Bidang Kedokteran, serta hadiah khusus untuk Ratno Nuryadi. Penghargaan juga diberikan kepada Daoed Joesoef untuk Bidang Pemikiran Sosial dan Sitor Situmorang untuk Bidang Kesusastraan meski keduanya menolak penghargaan tersebut. (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

JAKARTA, KOMPAS - Penghargaan Achmad Bakrie 2010, Kamis (5/8) malam, diberikan kepada enam tokoh berprestasi walaupun dua di antaranya menolak penghargaan tersebut. Enam tokoh tersebut dianggap memberikan sumbangsih yang luar biasa kepada bangsa Indonesia.



”Freedom Institute (yang memberikan penghargaan itu) jangan patah hati. Hadiah Nobel pun pernah ditolak. Hadiah Nobel tak pernah jadi redup, bahkan jauh lebih baik. Demikian juga Penghargaan Achmad Bakrie, tak akan redup,” ujar Aburizal.



Dua tokoh penerima Penghargaan Achmad Bakrie 2010 yang menolak adalah Daoed Joesoef (Bidang Pemikiran Sosial) dan Sitor Situmorang (Kesusastraan). Tokoh lain sebelumnya yang menerima dan lantas mengembalikan penghargaan adalah Goenawan Mohamad (Bidang Kesusastraan, 2004) dan Franz Magnis-Suseno (Bidang Pemikiran Sosial, 2007).



Rintisan bermanfaat



Aburizal Bakrie menjelaskan, tradisi penghargaan yang memasuki tahun ke-8 oleh Freedom Institute adalah rintisan yang bermanfaat. ”Dalam usia yang masih tersisa ini, saya ingin melihat putra-putri Indonesia kelak meraih Nobel,” ungkapnya.



Tokoh yang menerima penghargaan itu adalah Sjamsoe’oed Sadjad, ilmuwan sekaligus teknolog yang mengembangkan ilmu dan teknologi benih di Indonesia. S Yati Soenarto, menemukan rotavirus sebagai penyebab terbesar diare serta mengubah ”paradigma” lama terapi diare yang terlalu banyak mengandalkan antibiotik dan antiparasit.



Daniel Murdiyarso adalah sosok penting dalam membangun dan menyebarkan pengetahuan empiris mengenai perubahan iklim.



Tahun 2010 ini Freedom Institute memberikan Hadiah Khusus Achmad Bakrie untuk Periset Muda Berprestasi (berusia di bawah 40 tahun). Peraihnya adalah Ratno Nuryadi yang menghasilkan riset mikroskop gaya atom. (NAL)



Sumber: Kompas, Jumat, 6 Agustus 2010
Read Post | comments

Hadiah Rp27 Juta Bagi Penemu Bug pada Mozilla

Hadiah diberikan pada penemu bug di aplikasi buatan Mozilla, versi release ataupun beta.



VIVAnews - Mozilla, pengembang browser Firefox akhirnya mengungkapkan bahwa kini mereka akan membayar hingga maksimal US$3.000 atau Rp27 juta pada peneliti yang menyediakan informasi seputar bug pada produknya. Sebelumnya, perusahaan ini hanya menyediakan hadiah hingga sebesar US$500 saja.



Perubahan ini merupakan bagian dari apa yang disebut Mozilla sebagai “Security Bug Bounty Program” yang pertamakali diluncurkan pada tahun 2004 lalu.



“Banyak yang telah berubah dalam kurun waktu enam tahun sejak program Mozilla pertamakali diumumkan,” kata Lucas Adamski, Director of Security Engineering Mozilla, seperti dikutip dari PC Advisor, 22 Juli 2010.



“Kami yakin bahwa cara terbaik untuk menjaga pengguna kami tetap aman adalah memberikan keuntungan secara ekonomi pada peneliti yang melakukan hal yang benar saat menemukan informasi,” ucap Adamski.



Mozilla juga mengekspansi cakupan hadiah program tersebut, yang kini menjangkau tidak hanya browser Firefox dan mail client Thunderbird mereka, akan tetapi juga mencakup browser mobile Firefox serta layanan lain yang digunakan oleh produk tersebut. Baik versi rilis ataupun versi beta, semua masuk dalam hitungan.



“Kami biasanya menyediakan bayaran pada pengguna yang menemukan masalah namun tidak kami publikasikan,” kata Adamski. “Kini kami ingin semua mengetahuinya,” ucapnya.



Adamski menyebutkan, Mozilla tetap berhak menolak membayar hadiah pada penemu bug jika mereka menganggap orang tersebut tidak bertindak untuk kepentingan pengguna lebih luas.



Meski demikian, hadiah akan tetap diberikan bahkan jika peneliti penemu bug tersebut sudah mempublikasikan informasi yang ia temukan atau jika penemu tersebut tidak punya waktu untuk bekerjasama dengan tim keamanan Mozilla untuk mengatasi masalah tersebut. (hs)



VIVAnews - http://teknologi.vivanews.com/news/read/166127-hadiah-us-3-000-untuk-penemu-bug-pada-mozilla
Read Post | comments

Ilmuwan Klaim Temukan Vaksin Anti HIV



HZWK3C8VQ5S8 - Liputan6.com, Burnaby: Seorang Ilmuwan mengklaim menemukan vaksin anti virus human immunodeficiency virus atau HIV yang dapat menyerang virus utama penyakit mematikan tersebut di Bunaby, Kanada, Kamis (8/7).



Penemu vaksin Dr. John Mascola mengatakan vaksin tersebut diambil dari sistem kekebalan tubuh dan mampu menetralisir sebanyak 90 persen kelompok strain HIV 1 yang merupakan subtipe genetik utama virus. "Kami mencoba memahami mengapa virus itu hanya terdapat didalam tubuh pasien HIV dan bukan penderita lainnya. Alhasil, penelitian Itu membantu kami memproses desain vaksin," kata Mascola.



Sementara ilmuwan lain Ralph Pantophlet juga mendukung pernyataan Dr. Mascola dan mengatakan vaksin antibodi berjuang dalam sistem kekebalan tubuh yang bekerja guna mencegah infeksi. "Penetralisiran" tersebut mampu mengikat vaksin guna menyerang kuman dan mencoba menonaktifkan virus HIV tersebut. Namun, jika sel antibodi pasien lemah maka vaksin tidak mampu melawan virus sama sekali, kata Pantophlet menambahkan.(Health day/AYB)



http://kesehatan.liputan6.com/berita/201007/285424/Ilmuwan.Klaim.Temukan.Vaksin.Anti.HIV
Read Post | comments

Abdullah Totong Mahmud

Abdullah Totong Mahmud (lahir di Kampung 5 Ulu Kedukan Anyar, Palembang, Sumatera Selatan, 3 Februari 1930 – meninggal di Jakarta, 6 Juli 2010 pada umur 80 tahun) adalah seorang pencipta lagu asal Indonesia, ia dikenal masyarakat melalui lagu anak-anak ciptaannya.



Mahmud adalah anak kelima dari sepuluh bersaudara. Ibu bernama Masayu Aisyah, ayah bernama Masagus Mahmud. Ia diberi nama Abdullah dan sehari-hari dipanggil "Dola". Namun, sebutan nama Abdullah atau Dola kemudian "menghilang". Nama pemberian orang tua tercatat terakhir pada ijazah yang dimilikinya pada sekolah Sjoeritsoe Mizoeho Gakoe-en (sekolah Jepang) tahun 1945. Pada ijazah itu nama lengkapnya tertulis: Mgs (Masagus) Abdu'llah Mahmoed.



Di rumah, kampung, dan teman sekolah, ia lebih dikenal dengan nama Totong. Pada surat ijazah Sekolah Menengah Umum Bagian Pertama (setingkat SLTP) tahun 1950, namanya tertulis Totong Machmud. Konon menurut cerita ibunya, ketika dirinya masih bayi ada keluarga Sunda, tetangganya, sering menggendong dan menimangnya sambil berucap, "... tong! ...otong!" Sang Ibu mendengarnya seperti bunyi "totong". Sejak itu, entah mengapa, ibunya memanggilnya dengan "Totong". Nama ini diterima di lingkungan keluarga dan kerabat. Nama lengkapnya kemudian menjadi Abdullah Totong Mahmud, disingkat A.T. Mahmud.



Mahmud masuk Sekolah Rakyat (SD) ketika tinggal di Sembilan Ilir. Setahun kemudian, setelah berumur 7 tahun, ia dipindahkan ke Hollandse Indische School (HIS) 24 Ilir. Ada kenangan yang tak dapat dilupakannya kepada guru HIS yang mengajarkan musik, khususnya membaca notasi angka. Cara guru mengajarkannya sangat menarik. Guru memperkenalkan urutan nada do rendah sampai do tinggi dengan kata-kata do-dol-ga-rut-e-nak-ni-an. Kemudian, urutan nada dinyanyikan kebalikannya, dari nada tinggi turun ke nada rendah masih dengan kata-kata kocak e-nak-ni-an-do-dol-ga-rut. Setelah murid menguasai tinggi urutan nada dengan baik, naik dan turun, melalui latihan dengan kata-kata, guru mengganti kata-kata dengan notasi.



Setelah itu, diberikan latihan lanjut membaca notasi angka, seperti menyanyikan bermacam-macam jarak nada (interval), bentuk dan nilai not. Sesudah itu barulah murid-murid diberi nyanyian baru secara lengkap untuk dipelajari. Cara mempelajari nyanyian demikian sungguh menyenangkan.



Pada tahun 1942, Pemerintah Hindia Belanda menyerah pada bala tentara Jepang. Saat itu ia duduk di kelas V HIS. Dalam keadaan peralihan kekuasaan pemerintahan itu, ia pindah ke Muaraenim. Di sana, ia dimasukkan ke sekolah eks HIS, yang telah berganti nama menjadi Kanzen Syogakko. Di sinilah ia mulai bermain sandiwara dan mengenal musik. Sandiwara yang pernah ia ikuti adalah ketika sekolah mengadakan pertunjukan pada akhir tahun ajaran bertempat di gedung bioskop. Cerita yang ditampilkan legenda dari Sumatra Barat, berjudul Sabai Nan Aluih dan ia berperan sebagai Mangkutak Alam.



Di kota ini pula ia berkenalan dengan Ishak Mahmuddin, seorang anggota orkes musik Ming yang terkenal di kota Muaraenim. Ming adalah nama pemimpin orkes. Alat yang dikuasai Ishak adalah alat musik tiup saksofon, selain beberapa alat musik lain. Ishak kemudian mengajarinya bermain gitar. Selain itu, Ishak yang pandai mengarang lagu itu turut membimbingnya mengarang lagu. Melihat kemampuan Mahmud yang terus meningkat, Ishak pun mengajaknya bergabung dengan Orkes Ming umtuk memainkan alat musik, dan kadang-kadang ukulele serta bas.



Masa revolusi 1945-1949 membuatnya tidak dapat bersekolah dengan baik. Ia ikut masuk kancah perjuangan dengan menjadi anggota Tentara Pelajar. Selama masa itu, kehidupannya berubah. Ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu kota ke kota lain, bahkan keluar masuk hutan. Syukurlah, ia dapat melewati masa itu dengan selamat, meskipun ada rekan-rekannya yang meninggal.



Setelah Belanda mengakui kedaulatan R.I., Mahmud pun keluar dari kesatuan Tentara Pelajar. Ia kemudian melanjutkan sekolah dan dinyatakan lulus dari SMU bagian Pertama (SLTP) setelah mengikuti ujian akhir pada tanggal 11-16 Agustus 1950. Ketiadaan biaya membuatnya tidak dapat segera melanjutkan pendidikan. Pamannya, Masagus Alwi mengajaknya bekerja di salah satu bank milik Belanda yang masih beroperasi. Ajakan tersebut diterima. Di tempatnya bekerja, ia dapat melihat langsung keramaian lalu-lintas, lalu-lalang kendaraan, pejalan kaki, juga para siswa membawa buku sekolahnya. Pikiran dan perasaannya mulai gelisah. Ia ingin kembali ke sekolah.



Kebetulan di Palembang sedang dibuka Sekolah Guru bagian A (SGA) yang memberi tunjangan belajar bagi siswanya selama tiga tahun, dengan syarat setelah tamat bersedia ditempatkan di mana saja sebagai guru. Ia pun berhenti bekerja di bank dan segera mendaftar sebagai siswa baru di SGA. Selama tiga tahun (1951-1953) ia belajar di SGA. Selama pendidikan di SGA, ia pernah mengarang nyanyian untuk ibu. Kata-katanya bila disimpulkan, berbunyi: betapa dalam laut, betapa tinggi gunung, tidak dapat melebihi dalam dan tingginya kasih Ibu. Sayang, teks nyanyian ini tidak dimilikinya lagi, hilang.



Setelah lulus SGA, ia ditempatkan di Tanjungpinang, Riau, menjadi guru SGB di kota itu. Ia berangkat ke Tanjungpinang dengan pesawat terbang Catalina yang mampu mendarat di permukaan laut. Di dermaga, Kepala SGB menyambut kedatangannya. Ia dibawa ke sebuah hotel tempat tinggalnya selama bertugas di Tanjungpinang. Di luar dugaannya, gaji pegawai di Tanjungpinang dibayar dengan mata uang dolar, bukan rupiah. Dengan gaji dolar, hidup guru dan pegawai Pegawai Negeri Swasta (PNS) pada umumnya lebih dari cukup.



Di kota inilah ia berkenalan dengan Mulyani Sumarman, guru Bahasa Inggris SMP Negeri. Hubungan pun makin lama makin erat. Menjelang tahun ketiga berada di Tanjungpinang, ia merasa sudah waktunya pindah. Ia ingin ke Jakarta. Ia ingin melanjutkan pendidikan di B.I. Jurusan Bahasa Inggris dan membangun rumah tangga dengan Mulyani. Ia mengajukan permohonan pindah, dan dikabulkan. Mulyani akan menyusul.



Pada tahun 1956, ia pindah ke Jakarta diangkat menjadi guru di SGB V Kebayoran Baru. Kemudian, mendaftarkan diri pada B.I. Jurusan Bahasa Inggris. Tanggal 2 Februari 1958 ia menikah dengan Mulyani. Kemudian Mulyani diboyong ke Jakarta setelah mengajukan permohonan pindah mengajar.



Mulyani ditempatkan di SMP 11 Kebayoran Baru yang tepat berhadapan dengan sekolahnya mengajar. Mulyani pun mendaftar diri kembali pada B.I. Jurusan Bahasa Inggris. Dengan demikian, mereka dapat pergi dan pulang dari mengajar, atau pun kuliah di B.I. bersama-sama dengan mengendarai sepeda motor. Dari perkawinan ini mereka dikarunia tiga orang anak, seorang laki-laki, dua orang perempuan, yaitu Ruri Mahmud, Rika Vitrina, dan Revina Ayu.



Setelah menyelesaikan B.I. Jurusan Bahasa Inggris tahun 1959, Mahmud dipindahkan mengajar pada SGA Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan. SGA mendididik calon guru Sekolah Dasar. Di sini ia berkenalan dengan Bu Fat dan Bu Meinar, guru Seni Suara.



Awal tahun 1962, dengan biaya Colombo Plan, ia ditugaskan kuliah di University of Sydney, Australia, guna memperoleh sertifikat mata kuliah The Teaching Of English As A Foreign Language selama satu tahun. Januari 1963 ia mendaftarkan diri pada Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jakarta untuk melanjutkan pendidikan sampai sarjana. Pada tahun yang sama ia dipindahtugaskan ke Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak (SGTK) di Jalan Halimun, Jakarta Selatan.



Di SGTK seolah ia menemukan lahan subur untuk mengembangkan bakat musiknya, khususnya mencipta lagu anak-anak. Ia pun meninggalkan kuliah bahasa Inggris, keluar dari FKIP, dan menekuni musik.



SGTK memiliki suasana yang mendorongnya untuk menekuni dunia musik. Pimpinan sekolah sendiri senang akan musik. Guru Seni Musik pandai bermain piano dan . Siswa SGTK turut memberikan dorongan baginya untuk mengarang lagu anak-anak. Tiap kali siswa SGTK melakukan latihan praktik mengajar, ada yang memerlukan lagu dengan tema tertentu menurut tugasnya. Pada masa itu, mencari lagu anak-anak yang sesuai dengan anak-anak agak sulit. Siswa yang memerlukan lagu baru datang kepadanya meminta dibuatkan lagu. Ia pun mencoba. Lagu yang telah dibuat, diajarkan pada anak-anak TK saat praktik mengajar. Ternyata, lagu itu disukai. Hal ini membesarkan hatinya dan membuatnya makin tekun mengarang lagu anak-anak.



http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_Totong_Mahmud



Pencipta lagu anak-anak AT Mahmud telah dipanggil Yang Maha Kuasa. AT Mahmud wafat dalam usia 80 tahun, Selasa 06 Juli 2010.
Read Post | comments

Aktivis NU Diangkat jadi Tokoh Dunia Yale 2010

Jakarta - Satu lagi warga negara Indonesia memperoleh penghargaan bergengsi di luar negeri. Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Arif Zahmari diangkat sebagai Tokoh Dunia Yale 2010.



Program Tokoh Dunia Yale diselenggarakan oleh Universitas Yale, New Haven, Amerika Serikat (AS), sebagai upaya pengembangan kemimpinan global. Program tersebut berlangsung setiap tahun sejak 2002 dan telah mengangkat 155 tokoh dari 74 negara.



Program ini memiliki tiga tujuan utama, yakni menyediakan pelatihan lanjutan bagi para calon pemimpin dari berbagai bidang dan negara, menghubungkan jaringan kerja pemimpin dunia untuk Yale, dan memperluas pemahaman internasional di antara komunitas Yale.



Dalam siaran pers Universitas Yale yang diterima detikom, Sabtu (26/6/2010), Zamhari adalah salah satu dari 15 Tokoh Dunia Yale untuk tahun 2010 ini. Ke-15 orang tersebut terpilih dari 1.500 orang peserta yang diseleksi.



Dosen Teologi dan Psikologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan juga mengajar di Institut Islam Negeri di Surabaya serta UIN Malang itu, adalah Tokoh Dunia Yale kedua dari Indonesia. Tokoh Indonesia Kamala Chandrakirana, mantan Ketua Komisi Nasional tentang Kekerasan Terhadap Perempuan, telah ikut program ini pada 2003.



Pengumuman Tokoh Dunia Yale tahun 2010 dilakukan oleh Rektor Universitas Yale Richard C Levin. Zamhari dinilai sebagai aktivis yang telah menunjang Islam moderat dan progresif. Ketua Tanfidziah PCI NU Australia dan New Zeland tahun 2007 itu juga dianggap berkomitmen menjalankan masyarakat beradab dalam menghadapi terorisme dan mendukung toleransi melalui dialog dan pendidikan.



"Dia sangat konsen pada wacana dialog antar-iman dan ikut serta dalam diplomasi Track II lewat kepemimpinan Forum ICIS (International Conference of Islamic Scholars)," tulis rilis tersebut.



Direktur Progam Tokoh Dunia Yale Michael Capello mengatakan, para kandidat tahun ini adalah yang paling berbakat. Masing-masing peserta terpilih telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa untuk mempengaruhi dialog di tataran nasional, regional, dan internasional.



Zamhari dan seluruh Tokoh Dunia Yale akan segera mengikuti seminar khusus dari bulan Agustus hingga Desember mendatang. Mereka juga akan menerima pelatihan pembangunan keahlian secara individual. Tidak hanya itu, mereka akan dipertemukan dengan para pemimpin AS dan negara asing.



Para Tokoh Dunia Yale sebelumnya telah bertemu Sekretaris PBB Jenderal Kofi Annan, Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia Pascal Lamy, Hakim Agung Stephen Breyer dan Ruth Bader Ginsburg, Ratu Rania Al Abdullah dari Jordania, dan mantan Ketua Komite Demokrasi Nasional Howard Dean, dan ini hanya sebagian contohnya.



(irw/irw) - http://www.detiknews.com/read/2010/06/26/041147/1387026/10/aktivis-nu-arif-zahmari-diangkat-sebagai-tokoh-dunia-yale-2010
Read Post | comments
 
© Copyright Tokoh Ternama All Rights Reserved.