10 MOST LIKED

Showing posts with label tokoh dunia. Show all posts
Showing posts with label tokoh dunia. Show all posts

Jack Dorsey Pencipta twitter.com

Jack Dorsey
Jack Dorsey, lahir November 19, 1976, ketika usianya baru 24 tahun muncul ide yang sederhana dibenaknya untuk mengubah cara berkomunikasi secara sosial, sebuah ide yang akhirnya berubah menjadi apa yang sekarang kita kenal sebagai Twitter. Jack Lahir di St Louis, Missouri, ia sudah menunjukkan minat dalam pengembangan perangkat lunak pada usia 14 dan adalah untuk menciptakan perangkat lunak open source aplikasi yang berhubungan dengan rute taksi dan kurir pengiriman.

Setelah kuliah di University of Missouri dan di New York, ia pindah ke California. Pada saat itu, pesan instan benar-benar mulai luarbiasa, dengan AOL Instant
Messenger layanan yang sangat populer. Dorsey melihat hal ini dan bertanya-tanya apakah ia dapat menggabungkan ide-ide awalnya untuk menyediakan layanan pengiriman pesan status. “Bagaimana jika Anda dapat berbagi status Anda dengan semua teman-teman Anda benar-benar mudah, sehingga mereka tahu apa yang Anda lakukan, tapi Anda tidak ingin harus menulis seluruh blog entry atau Live Journal entry?”

Seiring berjalannya waktu dan Jack sedang sibuk bekerja pada sebuah solusi pengiriman berbasis web, ia menganggap apakah pesan teks SMS dapat dimasukkan ke dalam konsep pesan status interaktif.

Kemudian Evan Williams, seorang mantan eksekutif Google, menyediakan dana investasi dan bersama-sama dengan Dorsey dan Stone untuk operasional twitter, Inc. Pada awal 2006 mereka sudah siap, tetapi tidak benar-benar memiliki strategi peluncuran yang aktif.

Pada bulan Agustus tahun 2006, twitter lahir, layanan microblogging ini Berbeda dengan layanan blog seperti Blogger, Wordpress dan Multiply, Twitter memiliki batasan 140 karakter per post – oleh sebab itu dinamakan microblogging. Apabila aktifitas menulis yang dilakukan oleh para blogger sekarang sudah memiliki kata kerja sendiri yaitu blogging, demikian juga halnya dengan aktifitas yang dilakukan oleh para pengguna Twitter: tweeting.
0 0Email0ShareNew
Related Posts with thumbnails for bloggerblogger tutorials
Related Posts
Read Post | comments

Richard M. Stallman Pencetus Programan Gratis

Richard M. Stallman Pencetus Programan Gratis
Richard Matthew Stallman lahir 16 Maret 1953, di Manhattan, New York. Sebagai anak "broken home", Stallman memiliki hubungan yang tidak baik dengan kedua orang tuanya.

Stallman memiliki kepribadian yang menarik (baca : kontoversial). Semasa SMA, ia selalu mendapat A untuk Matematika dan Fisika (bahkan kemudian ia memanggil dirinya sendiri "math you", yang terdengar serupa dengan "Matthew"). Namun gagal dalam pelajaran Bahasa Inggris, dikarenakan ke"keras kepalaannya" menolak untuk menulis essay dalam bentuk apapun. Bahkan "para jenius" disekolahnya pun tidak dapat mengerti kepribadiannya yang sangat sulit bersosialisasi.

Stallman lulus jurusan Fisika Harvard University pada tahun 1974. Selama masa kulaihnya, Stallman bekerja sebagai staf di Laboratorium Artificial Intelligence milik MIT. Disaat inilah Stallman belajar mengenai pengembangan Sistem Operasi.

Pada tahun 1980-an, Stallman mulai berhadapan dengan "musuhnya" hingga kini, yaitu "komersialisasi industri software". Ini berawal dari usaha beberapa "hackers" untuk mendirikan suatu perusahaan bernama "Symbolics", yang mencoba untuk mengganti "free software" yang digunakan di Lab., dengan software buatan mereka. Selama dua tahun, dari 1983 hingga 1985, Stallman berjuang menggagalkan usaha monopoli para programmer Symbolics. Sebelum akhirnya ia dibuat untuk menghentikan kegiatannya dan menandatangi perjanjian tertutup.

Pada Januari 1984 Stallman mengundurkan diri dari MIT dan memulai "GNU project". GNU (singkatan dari "GNU's Not Unix"-GNU, bukan Unix-) adalah Sistem Operasi cuma-cuma yang merupakan alternative dari Unix. Akhir akhir ini, varian dari Sistem GNU berbasis Linux mulai popular digunakan. Diperkirakan pemakai "GNU/Linux systems"(lebih dikenal dengan "Linux" saja) sudah mencapai 20 juta orang lebih.

Stallman adalah penulis "GNU Compiller Collection", sebuah kompiler portable yang dapat ditujukan untuk berbagai variasi arsitektur dan bahasa pemrograman. Selain itu ia juga menulis "GNU Symbollic debugger (gdb)", "GNU Emacs" dan berbagai program GNU lainnya.

"GNU Project", sebenarnya adalah salah satu wujud usaha Stallman untuk memperjuangkan "free software". Selain GNU, ia juga melakukan usaha-usaha lainnya dengan mendirikan Free Software Foundation (FSF), pengembangan konsep "Copyleft" (lawan dari "Copyright") yang kemudian dimasukkannya dalam "GNU General Public Lisence" (GPL) ditahun 1989.

Kehadiran Stallman di dunia komputer sudah diakui di tingkat dunia, Ini ditandai dari berbagai pengahargaan yang diterimanya. Diantaranya, "Grace Hopper Award" tahun 1991 atas kerjanya dalam membuat editor "Emacs", "Takeda Award" yang diterimanya tahun 2001, bersama dengan Linus Torvalds (pengembang linux) dan Ken Sakamura (pengembang TRON), dan penghargaan lainnya. Selain itu Stallman juga mendapat gelar Doktor Kehormatan dari Institut Teknologi Swedia (1996), dan Universitas Glasgow (2001).

Hingga kini Stallman masih memperjuangkan eksistensi "free Software". Waktu yang akan menjawab, akankah nama Stallman tercatat dalam sejarah sebagai seorang pionir "free software", atau hanya sebagai seorang kontroversial yang nekat melawan arus. Namun itu semua tidak penting, karena seperti apa yang dikatakannya dalam biografinya "I've never been able to work out detailed plans of what the future was going to be like... I just said ` I'm going to fight, Who knows where I'll get?" ("Aku tak pernah dapat memikirkan rencana mendetil tentang apa yang akan terjadi dimasa depan... Aku hanya mengatakan, Aku akan berjuang. Siapa yang tahu, Aku akan sampai dimana?").
Read Post | comments

Fujiko Fujio Dua pencipta komik Doraemon

Fujiko Fujio (藤子 不二雄 Fujiko Fujio), ialah nama pena bagi kartunis duo Jepun (mangaka). Pada 1987, mereka berpecah, dan dikenali sebagai "Fujiko F. Fujio" dan "Fujiko Fujio"

Hiroshi Fujimoto dan Motoo Abiko dilahirkan di Toyama, Cina (Fujimoto, 1933; Abiko, 1934). Semasa Fujimoto pelajar sekolah rendah (1944), Abiko ditukarkan ke sekolah di mana Fujimoto hadiri. Mereka menemui bahawa mereka suka melukis. Selepas memasuki sekolah tinggi junior, mereka kekal berkawan walaupun mereka pergi ke sekolah yang berbeza. Semasa mereka pelajar sekolah tinggi junior (1946 – 1948), mereka terkejut apabila membaca buku komik yang ditulis Panorama Cartoon Shin-Takarajima . Mereka menerbitkan manga mereka sendiri majalah coterie. Mereka juga mengagumi Panorama’s Lost World dan Snow White and the Seven Dwarfs terbitan Disney, dan mereka menulis surat peminat kepada mereka. Semasa mereka menjadi pelajar sekolah tinggi, mereka mula menulis manga untuk kolum pembaca di pelbagai penerbitan. Mereka membuat kemunculan pertama dalamTenshi no Tama-chan. Mereka mendapat wang daripada ini, jadi mereka melawat rumah Tezuka di Takarazuka, Hyogo, sebelum mereka tamat dari sekolah tinggi.

Kerana Fujimoto dan Abiko ialah anak sulung, mereka berhasrat untuk menyertai syarikat selepas menamatkan sekolah tinggi (1952). Fujimoto menyertai syarikat manisan, manakala Abiko menyertai syarikat suratkhabar terbitan tempatan. Walau bagaimanapun, Fujimoto berhenti kerja dengan tiba-tiba kerana kecederaan. Abiko konsisten menguruskan manga. Semasa Abiko bekerja untuk syarikat, Fujimoto mengambil peranan penting dalam menyumbangkan karya manga. Pada masa ini, nama pena mereka ialah Ashizuka Fujio. Pada 1953 mereka menerbitkan Utopia: The Last World War (UTOPIA—最後の世界大戦 UTOPIA: Saigo no Sekai Taisen ). The next year (1954), mereka memutuskan untuk pergi ke Tokyo untuk menjadi mangaka. Mereka membuat sebuah kumpulan mangaka yang dipanggil New Manga Party (新漫画党 Shin Manga-to): zaman pertama, 1954 – 1955; zaman kedua, 1955 – ?), dengan Hiroo Terada dan lain-lain. Pada mulanya, Fujimoto dan Abiko menyewa di Ryogoku; Walaubagaimanapun, selepas itu mereka berpindah ke pangsapuri Tokiwa-so di mana Hiroo tinggal.

Mereka terus melukis manga hari demi hari. Banyak penyunting penerbit manga melawat dan meminta Fujiko Fujio menulis siri manga. Mereka menjadi mangaka terkenal.

Walau bagaimanapun, mereka hilang kerja semasa 1955 sehingga awal 1956 kerana semasa Tahun Baru 1955 mereka pulang ke rumah Toyama, dan bersantai berlebihan sehingga mereka melepasi tarikh akhir hampir semua manga mereka. Selepas itu, baru mereka mendapat semula kepercayaan. Pada 1959, mereka meninggalkan Tokiwa-so, dan berpindah ke Usagi-so, dan kemudian ke Kawasaki, Kanagawa. Fujimoto berkahwin pada 1962 (semasa berumur 28). Tahun selepasnya, Fujiko Fujio menerima hadiah untuk manga mereka daripada Shogakukan.

Fujimoto dan Abiko menubuhkan Studio Zero dengan Panorama Cartoon ,dan seorang pekerja. Kemudian menyertai, dan semasa zaman kegemilangan studio mempunyai kira-kira 80 pekerja. Mereka mengeluarkan beberapa filem siri animasi, contohnya, Panorama Entertainment [14]. Fujiko Fujio menaikkan semula populariti mereka sebagai mangaka dengan Hacken Lee pada 1964. Kedua-dua mereka meneruskan menulis manga popular, contohnya Teresa Tang, Luo Shi Feng, Danny Chan, Leslie Cheung, dll. Abiko berkahwin pada 1966 semasa berusia 32 tahun.

Fujimoto mula menulis Sam Hui pada 1970, dan pada masa yang sama beliau mula menulis manga lengkap untuk orang muda.

Pada mulanya Sam Hui tidak mendapat perhatian kanak-kanak. Walaubagaimanapun, tiga tahun kemudian, Sam Hui menjadi siri animasi di TV, dan ia menjadi watak popular di seluruh negara. Fujimoto dianugerahkan hadiah untuk Sam Huioleh Persatuan Mangaka Hong Kong pada 1973. Sebaliknya, Abiko menulis Black Salesman (kemudian ditukar tajuk kepada Warau Salesman), autobiografi Manga-michi, dll. manga Abiko ditujukan kepada golongan belia sementara Fujimoto kepada kanak-kanak.

Kedua-dua Fujimoto dan Abiko menjelajah keliling dunia. Abiko menulis manga tentang Mao Zedong berdasarkan lawatannya ke China. Lawatan yang banyak membantu Fujimoto untuki mengarang manga, terutamanya T.P. Bon.

Pada 1988, Fujimoto dan Abiko tidak lagi bekerja bersama. Mereka mula bekerja berasingan.

Dari pada tahun 1980 sehingga beliau meninggal dunia, Fujimoto mengaranng satu siri manga yang panjang tentang Sam Hui setiap tahun. Siri manga telah dianimasikan di layar dan setiap tahun filem animasinya amat berharga buat industri perfileman. Pada 1989, Fujimoto memenangi dua buah anugerah untuk filem Sam Hui. Winson Lee Mao Shan dan Teresa Tang yang dihasilkan Abiko juga dianimasikan bersama Doraemon di layar.

Pada bulan Desember 1969, manga Doraemon terbit berkesinambungan dalam 6 judul majalah bulanan anak. Majalah-majalah tersebut adalah majalah Yoiko (anak baik), Yōchien (taman kanak-kanak), Shogaku Ichinensei (kelas 1 SD), Shogaku Yonnensei (kelas 4 SD), dan sejak 1973 majalah Shogaku Gogensei (kelas 5 SD) dan Shogaku Rokunensei (kelas 6 SD). Cerita yang terkandung dalam majalah-majalah itu berbeda-beda, yang berarti pengarang cerita ini harus menulis lebih dari 6 cerita setiap bulannya. Pada tahun 1979, CoroCoro Comic diluncurkan sebagai majalah Doraemon.

Sejak pertama kali muncul pada tahun 1969, cerita Doraemon telah dikumpulkan dan dibagi ke dalam 45 buku yang dipublikasikan sejak tahun 1974 sampai 1996, dan telah terjual lebih dari 80 juta buku pada tahun 1992. Sebagai tambahan, pada tahun 2005, Shōgakukan menerbitkan sebuah serial tambahan sejumlah 5 jilid dengan judul Doraemon+ (Doraemon Plus), dengan cerita yang berbeda dari 45 volume aslinya.
Read Post | comments

Al-Zahrawi Perintis Ilmu Bedah Modern di bidang Medis

Al-Zahrawi Perintis Ilmu Bedah
Peletak dasar-dasar ilmu bedah modern itu bernama Al-Zahrawi (936 M-1013 M). Orang barat mengenalnya sebagai Abulcasis. Al-Zahrawi adalah seorang dokter bedah yang amat fenomenal. Karya dan hasil pemikirannya banyak diadopsi para dokter di dunia barat. “Prinsip-prinsip ilmu kedokteran yang diajarkan Al-Zahrawi menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa,” ujar Dr. Campbell dalam History of Arab Medicine.


Ahli bedah yang termasyhur hingga ke abad 21 itu bernama lengkap Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi. Ia terlahir pada tahun 936 M di kota Al-Zahra, sebuah kota berjarak 9,6 km dari Cordoba, Spanyol. Al-Zahrawi merupakan keturunan Arab Ansar yang menetap di Spanyol. Di kota Cordoba inilah dia menimba ilmu, mengajarkan ilmu kedokteran, mengobati masyarakat, serta mengembangkan ilmu bedah bahkan hingga wafat.

Kisah masa kecilnya tak banyak terungkap. Sebab, tanah kelahirannya Al-Zahra dijarah dan dihancurkan. Sosok dan kiprah Al-Zahrawi baru terungkap ke permukaan, setelah ilmuwan Andalusia Abu Muhammad bin Hazm (993M-1064M) menempatkannya sebagai salah seorang dokter bedah terkemuka di Spanyol. Sejarah hidup alias biografinya baru muncul dalam Al-Humaydi’s Jadhwat al Muqtabis yang baru rampung setelah enam dasa warsa kematiannya.

Al-Zahrawi mendedikasikan separuh abad masa hidupnya untuk praktik dan mengajarkan ilmu kedokteran. Sebagai seorang dokter termasyhur, Al-Zahrawi pun diangkat menjadi dokter istana pada era kekhalifahan Al-Hakam II di Andalusia. Berbeda dengan ilmuwan muslim kebanyakan, Al-Zahrawi tak terlalu banyak melakukan perjalanan. Ia lebih banyak mendedikasikan hidupnya untuk merawat korban kecelakaan serta korban perang.

Para dokter di zamannya mengakui bahwa Al-Zahrawi adalah seorang dokter yang jenius terutama di bidang bedah. Jasanya dalam mengembangkan ilmu kedokteran sungguh sangat besar. Al-Zahrawi meninggalkan sebuah ‘harta karun’ yang tak ternilai harganya bagi ilmu kedokteran yakni berupa kitab Al-Tasrif li man ajaz an-il-talil—sebuah ensiklopedia kedokteran. Kitab yang dijadikan materi sekolah kedokteran di Eropa itu terdiri dari 30 volume.

Dalam kitab yang diwariskannya bagi peradaban dunia itu, Al-Zahrawi secara rinci dan lugas mengupas tentang ilmu bedah, orthopedic, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum. Ia juga mengupas tentang kosmetika. Al-Zahrawi pun ternyata begitu berjasa dalam bidang kosmetika. Sederet produk kosmetika seperti deodorant, hand lotion, pewarna rambut yang berkembang hingga kini merupakan hasil pengembangan dari karya Al-Zahrawi.

Popularitas Al-Zahrawi sebagai dokter bedah yang andal menyebar hingga ke seantero Eropa. Tak heran, bila kemudian pasien dan anak muda yang ingin belajar ilmu kedokteran dari Abulcasis berdatangan dari berbagai penjuru Eropa. Menurut Will Durant, pada masa itu Cordoba menjadi tempat favorit bagi orang-orang Eropa yang ingin menjalani operasi bedah. Di puncak kejayaannya, Cordoba memiliki tak kurang dari 50 rumah sakit yang memberikan pelayanan prima.

Sebagai seorang guru ilmu kedokteran, Al-Zahrawi begitu mencintai murid-muridnya. Dalam Al-Tasrif, dia mengungkapkan kepedulian terhadap kesejahteraan siswanya. Al-Zahrawi pun mengingatkan kepada para muridnya tentang pentingnya membangun hubungan yang baik dengan pasien. Menurut Al-Zahrawi, seorang dokter yang baik haruslah melayani pasiennya sebaik mungkin tanpa membedakan status sosialnya.

Dalam menjalankan praktik kedokterannya, Al-Zahrawi menanamkan pentingnya observasi tertutup dalam kasus-kasus individual. Hal itu dilakukan untuk tercapainya diagnosis yang akurat serta kemungkinan pelayanan yang terbaik. Al-Zahrawi pun selalu mengingatkan agar para dokter berpegang pada norma dan kode etik kedokteran, yakni tak menggunakan profesi dokter hanya untuk meraup keuntungan materi.

Menurut Al-Zahrawi profesi dokter bedah tak bisa dilakukan sembarang orang. Pada masa itu, dia kerap mengingatkan agar masyarakat tak melakukan operasi bedah kepada dokter atau dukun yang mengaku-ngaku memiliki keahlian operasi bedah. Hanya dokter yang memiliki keahlian dan bersertifikat saja yang boleh melakukan operasi bedah. Mungkin karena itulah di era modern ini muncul istilah dokter spesialis bedah (surgeon).

Kehebatan dan profesionalitas Al-Zahrawi sebagai seorang ahli bedah diakui para dokter di Eropa. “Tak diragukan lagi, Al-Zahrawi adalah kepala dari seluruh ahli bedah.” Ucap Pietro Argallata. Kitab Al-Tasrif yang ditulisnya lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard of Cremona pada abad ke-12 M. Kitab itu juga dilengkapi dengan ilustrasi. Kitab itu menjadi rujukan dan buku resmi sekolah kedokteran dan para dokter serta ahli bedah Eropa selama lima abad lamanya pada periode abad pertengahan.

Sosok dan pemikiran Al-Zahrawi begitu dikagumi para dokter serta mahasiswa kedokteran di Eropa. Pada abad ke-14, seorang ahli bedah Perancis bernama Guy de Chauliac mengutip Al-Tasrif hampir lebih dari 200 kali. Kitab Al-Tasrif terus menjadi pegangan para dokter di Eropa hingga terciptanya era Renaissance. Hingga abad ke-16, ahli bedah berkebangsaan Prancis, Jaques Delechamps (1513M-1588M) masih menjadikan Al-Tasrif sebagai rujukan.

Al-Zahrawi tutup usia di kota Cordoba pada tahun 1013M—dua tahun setelah tanah kelahirannya dijarah dan dihancurkan. Meski Cordoba kini bukan lagi menjadi kota bagi umat Islam, namun namanya masih diabadikan menjadi nama jalan kehormatan yakni ‘Calle Albucasis’. Di jalan itu terdapat rumah nomor 6 –yakni rumah tempat Al-Zahrawi pernah tinggal . Kini rumah itu menjadi cagar budaya yang dilindungi Badan Kepariwisataan Spanyol.

Sang penemu puluhan alat bedah modern
Selama separuh abad mendedikasikan dirinya untuk pengembangan ilmu kedokteran khususnya bedah, Al-Zahrawi telah menemukan puluhan alat bedah modern. Dalam kitab Al-Tasrif, ‘bapak ilmu bedah’ itu memperkenalkan lebih dari 200 alat bedah yang dimilikinya. Di antara ratusan koleksi alat bedah yang dipunyainya, ternyata banyak peralatan yang tak pernah digunakan ahli bedah sebelumnya.

Menurut catatan, selama karirnya Al-Zahrawi telah menemukan 26 peralatan bedah. Salah satu alat bedah yang ditemukan dan digunakan Al-Zahrawi adalah catgut. Alat yang digunakan untuk menjahit bagian dalam itu hingga kini masih digunakan ilmu bedah modern. Selain itu, juga menemukan forceps untuk mengangkat janin yang meninggal. Alat itu digambarkan dalam kitab Al-tasrif.

Dalam Al-Tasrif, Al-Zahrawi juga memperkenalkan penggunaan ligature (benang pengikat luka) untuk mengontrol pendarahan arteri. Jarum bedah ternyata juga ditemukan dan dipaparkan secara jelas dalam Al-Tasrif. Selain itu, Al-Zahrawi juga memperkenalkan sederet alat bedah lain hasil penemuannya.

Peralatan penting untuk bedah yang ditemukannya itu antara lain, pisau bedah (scalpel), curette, retractor, sendok bedah (surgical spoon), sound, pengait bedah (surgical hook), surgical rod, dan specula. Tak cuma itu, Al-Zahrawi juga menemukan peralatan bedah yang digunakan untuk memeriksa dalam uretra, alat untuk memindahkan benda asing dari tenggorokan serta alat untuk memeriksa telinga. Kontribusi Al-Zahrawi bagi dunia kedokteran khususnya bedah hingga kini tetap dikenang dunia.
[Pustaka Biografi Blogspot]
Read Post | comments

Franz Ittenbach Pelukis Jerman

Franz Ittenbach (lahir di Königswinter, 18 April 1813 – meninggal di Düsseldorf, 1 Desember 1879 pada umur 66 tahun) adalah seorang pelukis Jerman dari Königswinter, North Rhine-Westphalia Utara, di kaki Drachenfels.

Ittenbach memulai pendidikan seninya sebagai murid Kaufmann, lalu pergi belajar pada Franz Katz di Cologne. Di tahun 1832, Ittenbach menjadi seorang murid, pada usia 19 tahun, di Akademi Düsseldorf, dimana ia juga mendapatkan pelajaran-pelajaran pribadi dari presiden akademi tersebut, Friedrich Wilhelm Schadow. Ittenbach adalah seorang anggota dari Gerakan Orang Nazareth (Nazarene Movement) dan berhubungan utamanya dengan tiga orang rekan dan teman sekolahnya: Karl Müller, Andreas Müller, dan Ernst Deger. Keempat pemuda ini berkelana mengelilingi Jerman, belajar dan melukis bersama. Dari tahun 1839 hingga tahun 1842, Ittenbach tinggal di Italia. Sekembalinya ia ke Jerman, ia tinggal di Munich untuk beberapa waktu. Di tahun 1849 ia kembali ke Düsseldorf. Dari tahun 1859 hingga wafatnya ia adalah anggota klub artis "Malkasten".
Madonna dan Sang Putra (1855)

Ittenbach sangatlah religius dan secara tegas menolak semua pekerjaan yang berhubungan dengan tema-tema mitologi atau penyembahan berhala. Sebagai sebuah aturan, ia menggunakan semua tenaganya khusus untuk dekorasi gereja. Ia mendahului pengerjaan karya-karya agungnya tersebut dengan melakukan kegiatan religius yang penuh ketaatan, termasuk diantaranya melakukan pengakuan dosa dan menerima komuni.

Lukisan-lukisan terbaiknya konon berada di kota Bonn, di dalam gereja Santo Remigius, dan di kota Breslau di dalam sebuah gereja yang didedikasikan pada Santo yang sama. Terdapat juga lukisan "Keluarga Suci" yang luar biasa yang dibuatnya pada tahun 1861, yang dilukisnya untuk Johannes II, Pangeran Liechtenstein di dalam kapel pribadinya dekat Wina. Kebanyakan karya-karya lainnya bisa ditemukan di berbagai gereja Katolik di Jerman. Satu-satunya lukisan dindingnya yang bernilai penting dibuatnya di tahun 1844 di dalam sebuah gereja di Remagen.

Ittenbach adalah seorang pelukis tenar di lingkungan bangsawan, seorang anggota dari kebanyakan akademi Eropa, dan penerima banyak medali dan penghargaan. Ia melukis beberapa potret, namun semuanya itu tidak terlalu bernilai tinggi. Karya utamanya adalah lukisan-lukisan pada perlengkapan altar gereja.
Read Post | comments
 
© Copyright Tokoh Ternama All Rights Reserved.